Being a mom,  Post in Indonesian,  Thoughts

Curhatan emak – emak : uncensored ;)

Hari ini tiba – tiba ingin menulis dalam bahasa Indonesia.. Sudah lama sekali gak menulis dalam bahasa Indonesia, jadi kalau canggung bahasanya maafkan yaa 🙂

Menjadi ibu rumah tangga sebenernya sesuatu yang benar – benar saya nikmati, tapi hari ini kok rasanya lelah sekali ya.. Tidak terasa sudah hampir 6 bulan saya tinggal di rumah untuk mengurus anak bayi saya 24 jam sehari. Sebenernya sih saya sama sekali tidak merindukan pekerjaan. Kemarin sempat berbicara dengan bos yang sudah menanti – nanti kembalinya saya ke tempat kerja, saya makin galau. Semakin grogi memikirkan kalau nanti di bulan September saya harus menitipkan Aurélie di tempat penitipan anak 6 – 8 jam sehari.. Walaupun nanti saya juga gak akan kerja “full time”. Gak tega (sama diri sendiri sebenarnya), kalau gak bisa lagi peluk-pelukkan seenaknya seperti sekarang..

Di 2 bulan pertama ada (banyak) hari – hari di mana saya merasa tidak kuat, di mana Aurélie benar – benar menguji kesabaran saya sebagai seorang ibu. Di saat – saat seperti itu saya selalu berpikir, „udah deh..cukup satu anak aja..siapa yang nyangka ngurus satu bayi itu repotnya kaya begini“. Tapi memang bayi itu sangat pintar ya.. Di kala ibunya sudah merasa hampir „putus asa“, biasanya Aurélie langsung membaik dan memberi saya kesempatan untuk tidur 5 – 6 jam non-stop, supaya saya bisa istirahat dan mengisi ulang energi yang hampir terkuras habis.

Berulang kali seperti itu, memang luar biasa ciptaan Allah 🙂 Masih sekecil itu, tapi sudah sangat pintar dan perasa.

Sebentar lagi Aurélie hampir beranjak 6 bulan. Dan masa – masa yang sangat melelahkan itu seperti hilang begitu saja. Hampir tidak berbekas di benak saya, malam – malam di mana saya cuma tidur satu jam, karena Aurélie tidak bisa tidur dan menangis terus – terusan.. di mana saya harus menggendongnya atau menenangkannya di atas bola gymnastik, di mana saya sendiri cuma bisa menangis karena kelelahan. Tapi sekarang, rasa – rasa itu seperti saya lupakan sama sekali. Yang diingat cuma saat – saat di mana saya bisa puas peluk – pelukkan dengan Aurélie, saat melihat senyumannya pertama kali, saat jemarinya memeluk erat jari – jari saya, saat mendengar tertawa terkekeh – kekehnya pertama kali, saat menikmati momen – momen di mana Aurélie begitu terpana melihat ayahnya, saat Aurélie menyambut ayahnya yang pulang kerja dengan senyuman sangaaat manis. Kok bisa ya, masih bayi saja sudah bisa buat hati meleleh.. Saking lupanya sama masa-masa lelah dan cuma teringat masa indahnya saja, sekarang malah suka terpikir lagi, “punya anak lagi ok juga sih..” 😉 Tapi bentar dulu yah.. Pengen selesaiin spesialisasi dulu.. hahaha..

Hari ini adalah satu hari yang juga sangat melelahkan. Ngga tau kenapa, mungkin Aurélie merasa tidak enak badan, atau lagi melewati masa – masa perkembangan yang melelahkan/menakutkan, atau mungkin tumbuh gigi.. Sejak beberapa hari ini tidurnya tidak nyaman, lebih sering kebangun dari biasanya dan pasti menangis histeris. Di saat makan atau mimi pun selalu ketiduran, jadi makannya juga tidak begitu baik. Untungnya dia lahap saat makan siang buburnya. Dan dia juga sama sekali gak bisa ditinggal, walaupun hanya beberapa langkah saja. Begitu dia tidak lagi bisa melihat ibunya, dia langsung menjerit.

Suara tangisannya bukan suara tangisan yang “cute”.. 🙂 Kalau dia menangis, rasanya telinga saya mau pecah dan saya bisa merasakan kalau saya pun semakin gelisah dan tidak sabar. Iya..sayangnya saya bukan orang yang penyabar.. Kadang juga sempat terpikir untuk memakai „ear plugs“ karena saya sangat gak suka suara keras.. :`) Kadang kalau sudah tidak tahan, saya tinggal dia beberapa menit di tempat tidur bayinya dan saya „bersembunyi“ di kamar mandi untuk sekedar menarik nafas.

Satu – satunya motivasi di saat seperti itu adalah menunggu saat dia akhirnya bisa tidur dan bangun tidur lagi. Biasanya begitu dia bangun, Aurélie berubah jadi seperti malaikat. Selalu tersenyum dan gembira sekali melihat ibunya. Di situ rasa kegelisahan, kegalauan, agresivitas dan kelelahan langsung lenyap seketika.

Gampang ya ternyata merasakan kebahagiaan.. 🙂

P.s: ini baru satu anak.. gimana sih teman – teman yang punya lebih dari satu anak? I’m always amazed by the durability of a mother.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: