Being a mom

Kursus untuk Mama dan Bayi

For english post please click here.

Berhubung ada beberapa teman yang bertanya apa aja kegiatan saya sehari – hari sejak ada bayi, kali ini saya mau bercerita tentang beberapa kursus bersama bayi yang saya ikuti di sini.

Saya ini orangnya bosenan, gak suka kalau kesepian dan gak suka tinggal di rumah lama – lama. Di lain sisi tapi saya juga pemalas. Kalau gak ada aktivitas sehari – hari yang terstruktur, dijamin saya akan cuma goler – goleran di atas sofa sambil baca buku atau browsing internet. Karena itu saya langsung daftar beberapa kursus bersama bayi begitu masa puerperium/nifas saya berakhir (kurang lebih 6 minggu setelah melahirkan). Sejak itu kami jadi selalu ada aktivitas wajib 3 hari dalam seminggu.

Semua kursus yang kami ikuti ternyata sangat menyenangkan (untuk mama dan juga bayi!). Apalagi untuk mama – mama muda yang belum punya banyak kenalan atau teman di kota tempat tinggalnya. Saya merasakan banget manfaatnya mengikuti kursus – kursus ini karena saya jadi gak kesepian „hanya“ mengurus bayi dan rumah tangga. Apalagi sebelumnya saya bekerja full-time dan ngga begitu suka mengurus rumah. Di masa – masa ketika Aurélie rewel atau susah tidur, saya senang sekali bisa bertukar pengalaman dengan mama – mama lain. Apalagi kalau kita tidak tinggal dengan keluarga besar, punya teman baru sesama „mamud/mama muda“ itu berguna banget untuk saling membantu ngejagain anak 😉

Soo.. back to track. Apa aja sih kursus yang kami ikuti?

1. Kursus baby massage

Kursus ini disarankan untuk bayi – bayi di bawah 6 bulan, sebelum mereka terlalu aktif dan ga bisa diam ketika dipijat 🙂 Sebagian besar bayi suka dipijat, selain membuat mereka rileks, bisa meringankan ketidaknyamanan perut/kembung, pijat juga bisa memperkuat hubungan antara ibu dan anak. Gak semua bayi suka dipijat, tapi biasanya mereka akan makin suka dipijat semakin sering ibunya memijat. Pijat punggung dan kaki biasanya sangat disukai oleh bayi. Aurélie biasanya akan terlentang dengan sangat santai, sambil merem melek keenakan kalau dipijat kakinya.. 😉 Dan ritual memijat biasanya sangat efektif untuk memperkenalkan ritual tidur malam, sehingga bayi akan merasa lebih nyaman ketika tahu kalau jam tidurnya sudah dekat.

2. Kursus PeKIP (Prager Eltern Kind Programm – Program Orang Tua & Anak dari Praha)

Kursus ini biasanya dilakukan oleh orang tua dan bayi berumur 6 minggu – 1 tahun. Kursus PeKIP dikembangkan oleh seorang psikolog dari Praha dan memiliki tujuan di antaranya untuk membantu perkembangan (motorik dan sensorik) anak sesuai umurnya, memberi ruang untuk memperdalam hubungan antara orang tua dan anak, dan juga memberi kesempatan bagi para orang tua untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman kesehariannya. Biasanya kursus ini dilakukan dalam grup kecil (maksimal 8 bayi & orang tua). Untuk memberi keleluasaan yang lebih untuk bayi, para bayi biasanya dibiarkan bermain / bergerak dalam keadaan telanjang di dalam ruangan yang hangat (sekitar 26-27 derajat Celcius). Pengalaman kami mengikuti kursus ini sangat menyenangkan. Pertama kali kami ikut kursus PeKIP ketika Aurélie berumur 4 bulan. Aurélie selalu bergerak dengan sangat lincah dan dia sangat tertarik mengamati bayi-bayi dan lingkungan kursusnya. Saya amati, sejak kami ikutan kursus ini, tidak hanya perkembangan motoriknya yang semakin bagus, Aurélie pun semakin terbuka dan berani dalam interaksinya dengan bayi / orang tua lain. 

3. Rückbildungskurs (kursus penguatan otot – otot pelvis dan perut setelah melahirkan)

rückbildungskurs

Di Jerman biasanya kursus ini diadakan di tempat – tempat praktek bidan atau sport studio yang mempunyai program khusus untuk ibu – ibu baru melahirkan. Yang paling penting sebelum melakukan kursus penguatan otot ini adalah jika dokter kandungan / bidan sudah melakukan pemeriksaan terhadap ibu melahirkan. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan di masa akhir nifas (6 minggu setelah melahirkan). Beberapa kondisi khusus (operasi caesar atau komplikasi melahirkan lain) mengharuskan masa istirahat yang lebih panjang. Jadi jangan melakukan olahraga jika setelah melahirkan belum diperiksa lagi oleh dokter kandungan atau bidan yaa!

Saya mengikuti kursus ini 7 minggu setelah melahirkan.. Bukan karena saya super sporty sih. Cuma karena saya sudah mulai bosan di rumah dan saya ingin mulai bergerak sedikit saja. Saya pilih kursus yang bisa bawa bayi, jadi Aurélie bisa ikut. Di 2 kursus pertama, saya gak bisa olahraga.. Karena Aurélie nangis terus – terusan, kayanya karena dia sangat gak nyaman dengan lingkungan baru itu. Dia tiduran di atas karpet yoga di depan saya, selama saya „njut-njutan“ pakai bola gimnastik. Mungkin karena banyak bayi lain yang juga menangis, Aurélie biasanya ikutan nangis – dan dia biasanya jadi bayi yang nangis paling keraas dan lama.. Jadi di dua kursus pertama, saya lebih banyak menyusui daripada olahraga. Saya sudah hampir menyerah di kursus ke-3, eeh Aurélie malah mulai suka banget ngeliatin saya dan ibu – ibu lain training dan stretching. Sampai kursus terakhir (di Jerman ibu yang melahirkan bisa mengikuti kursus ini 10 kali secara gratis – dibayar oleh asuransi), Aurélie malah jadi bayi yang paling aktif dan ceria 🙂

4. Kursus Kanga

kanga.png

Karena saya pada dasarnya suka berolahraga, saya jadi sibuk mencari tahu, olahraga apa lagi yang bisa saya lakukan dengan bayi. Dan saya menemukan kursus Kanga ini di internet. Ternyata di Nürnberg ada beberapa tempat yang menawarkan kursus ini.. Salah satunya adalah „Kangatraining mit Angelika“. Kamu bisa liat informasinya di sini

Kanga adalah jenis olahraga baru yang diikuti oleh orang tua yang walaupun sudah ber-bayi tetap doyan berolahraga. Prinsip olahraga ini adalah, si ibu / bapak melakukan olahraga (sejenis aerobik atau zumba) sambil menggendong bayinya. Ibu yang baru melahirkan baru boleh mengikuti olahraga ini saat masa nifas sudah selesai. Idealnya ibu yang baru melahirkan dicek dulu keadaan otot perut dan pelvisnya oleh dokter kandungan sebelum mulai melakukan olahraga ini. Yang penting juga adalah kita harus punya gendongan bayi /baby carrier yang memang bisa dipakai untuk berolahraga.. Jadi gak semua gendongan bisa dipakai, karena nantinya malah bisa membahayakan bayi.. Trainer kursus kanga seharusnya juga bisa memberikan rekomendasi baby carrier yang cocok dipakai. Saya sendiri menggunakan Manduca dan Ergobaby 360.

Waktu awal ikutan kanga, Aurélie gak begitu nyaman karena dia berkeringat dan kepanasan di dalam gendongan. Harus trial dan error, sampai saya bisa menemukan kombinasi pakaian yang cocok dan nyaman untuk kita berdua, sehingga Aurélie akhirnya bisa nyaman ikutan kanga dan akhirnya bisa tidur nyenyak selama emaknya loncat-loncat dan nari-nari diiringi lagu – lagu yang super fun 😉

5. Buggy Sport

Karena Angelika ternyata gak hanya menawarkan kursus kanga, tapi juga „buggy sport“, saya spontan langsung ikut kursus ini ketika musim semi sudah datang dan cuaca sudah lebih bersahabat. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa cek di sini

Buggy sport sebenarnya adalah berbagai jenis olahraga (light jogging, aerobik, stretching, power training, dll.) dengan membawa bayi kita dalam buggy / stroller. Sejak cuaca lebih hangat, team kami bertemu setiap hari Rabu pagi di pinggir sungai Pegnitz untuk berolahraga. Programnya berubah-rubah setiap minggu, tergantung mood trainer.. Tapi pasti selalu seru dan menyenangkan, apalagi kalau sambil ngeliatin bayi – bayi main di atas karpet piknik.

Sekian dulu cerita kali ini.

Thank you for reading and see you on the next post!

Love

Andina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: